Arsip untuk Juni, 2009|Halaman arsip bulanan

Jakarta Fair Kemayoran 2009

Jakarta Fair Kemayoran

Jakarta Fair Kemayoran

Kemarin, untuk pertama kalinya saya berkesempatan mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran (JFK). Dari dulu saya selalu penasaran dengan perhelatan (event) berskala internasional yang satu ini sebab ia selalu heboh berpromosi di berbagai televisi nasional dengan lagu temanya yang khas itu. Kira-kira ada apa ya di sana?

Ayo kita pergi ke sana,
Rekreasi sekaligus berbelanja..
Ayo kita ke Jakarta Fair!! Kemayoraaaan~~

Begitulah kira-kira penggalan lirik lagu tema Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yang masih saya ingat. Hihi.. Rupanya, JFK adalah semacam pameran pembangunan yang diadakan oleh kota Jakarta. Pameran semacam ini sebenarnya sudah cukup lazim diadakan secara rutin sekali dalam setahun oleh berbagai kota-kota lainnya di Indonesia. Hanya saja, karena ini adalah Jakarta yang punya acara, tentu saja JFK tidak dapat dibanding-bandingkan dengan pameran-pameran pembangunan yang diadakan di kota-kota lainnya yang pada umumnya hanya berskala lokal saja. JFK adalah sebuah perhelatan yang fantastis dan tampak bergengsi. JFK diadakan di Arena Pekan Raya Jakarta yang megah, luas, dan berpendingin ruangan serta lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung kenyamanan. Di event ini, berbagai merek-merek besar dan ternama berlomba unjuk gigi memamerkan produk-produk andalannya masing-masing. Beberapa di antaranya yang tampak mendirikan stan yang megah antara lain Honda, Yamaha, Bajaj, Samsung, Bank Mandiri, dan Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula stan-stan milik berbagai pemerintah provinsi yang ada di Indonesia, yang menawarkan berbagai barang dan kerajinan khas daerahnya masing-masing untuk dijual di JFK. Jadi, kita tak perlu jauh-jauh ke Jogja untuk sekedar membeli batik tulis dan patung kerajinan asli buatan masyarakat Jogja, mengingat suvenir semacam itu bisa didapatkan dengan mudahnya di JFK. Selain Jogjakarta, tentu saja masih ada stan dari Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dll. Bahkan, Pemerintah Kota Depok pun tak mau ketinggalan membuka stan di sana. :mrgreen:

Baca selebihnya »

Homesickness

Tadi malam adalah malam pertama saya menghabiskan malam di kamar kos. Dengan pertimbangan lokasi rumah yang terlalu jauh dari kantor, maka saya pun memutuskan untuk menyewa sebuah kamar kos di Jakarta Barat. Dari tempat ini, kantor saya dapat ditempuh hanya dengan 15 menit perjalanan Transjakarta Busway. Agar terasa homy, saya sengaja memilih kamar kos dengan fasilitas yang memadai. Walaupun kamar ini berukuran kecil hanya 3×3,5 meter, namun sebenarnya ia cukup bersih dan nyaman berpendingin ruangan. Kamar ini dilengkapi dengan sebuah tempat tidur per, lengkap dengan kamar mandi air panas di dalamnya. Saya juga tidak perlu repot mencuci baju sebab telah tersedia seseorang yang akan mencucikan baju untuk saya. Saya pun tak lupa membawa TV kesayangan saya ke sini agar “perasaan di rumah” itu ada.

Namun entah mengapa dengan sekian fasilitas yang ada ini saya masih saja tidak merasa nyaman. Ada perasaan asing dan sesak di dada yang sulit diungkapkan dengan kata-kata ketika saya berada di kamar ini. Saya rindu duduk termenung di ruang tamu, saya rindu menyiram tanaman di halaman depan, saya rindu memberi pakan ikan di kolam tengah, saya rindu menonton TV di ruang utama, saya rindu menanak nasi di dapur, saya rindu tidur di kamar saya. Betapa saya sedang rindu berada di rumah..