Arsip untuk April, 2009|Halaman arsip bulanan
Bokap (gw) Jaman Sekarang
Ceritanya, kemarin gw dapet sms dari seorang sahabat lama yang isinya begini:
Phenylpropano-lamine obat influensa (decongestant) pada 1 Maret 09 ditarik Bdn pengawasan obat & pangan Amerika (FDA), krn terbukti sebabkan PENDARAHAN di OTAK. Obat2 Ind yg mengandung phenylpropano-lamine al: xxxxxxxxxxxx (maap, lagi males nyebut merek di blog). Beritahu teman2 & saudara.
Nah, secara gw care sama bokap dan nyokap gw tercinta, maka SMS tersebut gw forward-lah ke bokap gw yang notabene saat ini baru saja mulai menunaikan tugas negara di Kota Jambi.
Beberapa jam kemudian, datanglah balasan sms darinya yang isinya seperti ini:
Rio, sy akses di www.tvone.co.id Phenylpropanolamine (PPA) yg terkandung dlm obat flu & obat batuk yg beredar di Indonesia masih dlm batas aman dikonsumsi.
OMG! bokap gw.. Sejak kapan jadi hi-tech? Sekarang bisa buka-buka internet sendiri secara umurnya yang hampir sama dengan umur kemerdekaan Indonesia itu, boooo. Ih, untung doi belum bisa Facebook ya. Apa jadinya kalo dia sampe add gw as friend on Facebook? Tidaaaaaak..
My Long Weekend

Surabaya at Night
Long weekend Pemilu+Paskah kemarin ini saya habiskan dengan pergi jalan-jalan ke Jawa Timur.
Mama ngajakin ke Puhsarang, tempat wisata yang ada di Kediri. Bosen juga siy rasanya.. Mengingat belum terlalu lama saya juga baru dari sana. Tapi, daripada luntang-lantung keliling mal di Jakarta pada liburan ini, lebih baik saya ikut saja ke Puhsarang. Lagian, biaya ditanggung nyokap ini.., naek pesawat pula! Siapa yang ga mau? Hehehe..
Untuk “liputan” tentang Puhsarang, dahulu sudah pernah saya ceritakan di blog ini. Tidak ada yang berubah dari obyek wisata ini semenjak terakhir kali saya berkunjung ke sana. Cerita tentang Puhsarang yang lampau, bisa Anda simak di sini. Karena itu, pada kesempatan ini saya tidak cerita tentang Puhsarang lagi, tapi tentang perjalanan saya saja.
Rabu petang saya menumpang pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA 326 pukul 18:00 WIB jurusan Jakarta-Surabaya. Berbeda dengan saya yang berangkat dari Jakarta, kedua orang tua saya berangkat lebih awal dari Palembang menuju Surabaya dengan sebuah connecting flight yang transit di Jakarta. Penerbangan lanjutan mereka menuju Surabaya adalah GA 326 yang akan saya tumpangi ini. Dengan demikian, saya akan berjumpa dengan mereka di pesawat. Wew~
Sore itu saya membawa mobil untuk diparkir inap di bandara. (Hari gini, bo.. Was-was juga kan meninggalkan mobil di rumah kosong..) Busyet, lalu lintas padat merayap! Dag-dig-dug berdebar hati ini khawatir ketinggalan pesawat.. Saya mendapat panggilan telepon dari Garuda Indonesia yang mengingatkan waktu keberangkatan sudah dekat, dan menanyakan mengapa saya tak kunjung melapor (check in). 20 menit sebelum pesawat lepas landas, saya tiba di tempat pelaporan. Ada yang berbeda di tempat pelaporan Terminal 2F sekarang ini. Jaman dahulu, untuk melakukan check in, saya harus mencari dan melapor di meja pelaporan yang sesuai dengan kota tujuan saya. Kadang-kadang bisa jereng juga mata ini karena kesulitan mencari meja pelaporan mana yang sesuai dengan nomor penerbangan saya dari sekian banyak deret meja pelaporan yang ada di sana.. He..he.. Sekarang, saya dapat melapor di meja pelaporan Garuda Indonesia mana saja yang sedang kosong tanpa mempedulikan kota tujuan dan nomor penerbangan. Two thumbs up buat Garuda Indonesia untuk kemajuan layanan ini.
fiuh~ Setelah menimbang bagasi, saya mendapat tempat duduk paling belakang: nomor 30E! Wah.. 30?? Belum pernah sebelumnya saya menumpang pesawat ke Surabaya yang punya 30 deret kursi. Pasti ini pesawat yang besar!
Baca selebihnya »
Komentar (4)
Komentar (5)