Wisata Rohani Puhsarang, Kediri

Pada suatu siang yang cerah di penghujung 2008.. Hore.. Saya akan ke Kediri.

Kediri adalah sebuah kota yang masuk dalam wilayah administratif Propinsi Jawa Timur. Di kota yang kecil ini terdapat salah satu pabrik rokok raksasa di negeri ini: Gudang Garam. Mungkin inilah yang menyebabkan kota ini tampak menonjol dan relatif lebih dinamis bila dibandingkan tetangganya: Blitar yang dari dulu tidak terlihat perubahannya. Namun saya ke Kediri bukannya untuk mengunjungi pabrik rokok itu. (ngapain juga ke sono?) Saya ke Kediri hendak berwisata ke suatu tempat yang disebut Puhsarang (penduduk setempat juga kerap menyebutnya Pohsarang).

Puhsarang berada di pinggiran kota Kediri, dan di sana terdapat kompleks wisata rohani Katolik. Walaupun demikian, selain umat Katolik pun tidak masalah jika ingin datang ke tempat tersebut untuk melihat-lihat atau sekedar menikmati keheningan alam di tengah rindangnya pepohonan. Toh, saat kita masuk ke sana juga ga bakalan ditanya-tanya agama kita apa. Kita hanya diwajibkan membayar biaya retribusi yang akan dimasukkan dalam kas pemerintah daerah Kediri, Jawa Timur.

Sesampainya saya di Kota Kediri, kesan pertama yang saya ingat adalah kota ini tampak sangat jorok. Sampah bertebaran di mana-mana seperti rumput. Mungkin inilah kota terkotor yang pernah saya kunjungi. Kota ini cukup ramai dan sangat macet terutama di jalan yang terdapat di depan plaza Kediri yang baru dibuka itu. Sayang sekali, pembangunan plaza ini tampak telalu dipaksakan. Pusat perbelanjaan tersebut dibangun terlalu dekat ke jalan raya sehingga tidak tersedia ruang manuver bagi kendaraan yang hendak keluar/masuk plaza tersebut. Hasilnya, kendaraan-kendaraan yang hendak keluar/masuk plaza terpaksa bermanuver di jalan, sehingga menyebabkan kemacetan parah. Yaah… Orang jauh-jauh dari Jakarta.. eh di sini ketemu macet juga..

Untunglah kesan-kesan semrawut tadi tidak terdapat di Puhsarang, tujuan wisata utama saya. Puhsarang menawarkan tempat berdoa yang lengkap dan bernuansa alam yang sejuk. Di sana terdapat Gua Maria yang agung dan eksotis, lengkap dengan beberapa pancuran air suci. Yang menarik, pancuran air suci di sana telah dibuat dengan canggihnya menggunakan sistem sensor. Ketika kita mendekat, otomatis air di pancuran akan mengalir, dan hanya akan berhenti secara otomatis jika kita menjauh. Saya kagum juga dengan hal yang satu ini.

Masih di Puhsarang, terdapat ‘arena’ Jalan Salib. Jalan Salib adalah tradisi berdoa secara Katolik yang mengenang sengsara dan wafat Yesus di kayu salib. Mengapa dinamakan Jalan Salib? Karena umat yang mengikuti doa ini harus berjalan dari satu stasi ke stasi selanjutnya berurutan sesuai timeline yang telah diatur. Jalan Salib juga biasa disebut sebagai ‘Via Dolorosa’ dalam Bahasa Latin (bahasa liturgis gereja Katolik), atau Stations of the Cross dalam Bahasa Inggris. Tidak seperti biasanya, stasi-stasi (pemberhentian) Jalan Salib di Puhsarang spesial dibuat dengan diorama patung-patung yang besar, menggambarkan sengsara Yesus dari saat Ia dijatuhi hukuman mati, disalibkan, hingga bangkit dari kubur. Tak jauh dari lokasi jalan salib ini, juga terdapat tempat berdoa rosario.

Di komplek ini terdapat banyak pepohonan hutan tropis yang rindang, lengkap dengan jurang beserta sungai yang mengalir di bawahnya. Gemercik suara air sungai, angin sepoi-sepoi menciptakan sempurnanya suasana saat itu. Eksotis banget dah..

Konon komplek wisata rohani ini sengaja dibangun menyerupai komplek gua Maria di Lourdes, Prancis. Pembangunan komplek Gua Maria Puhsarang memang dibuat berdasarkan foto-foto lokasi Gua Maria Lourdes yang asli dari Prancis, dengan tujuan agar kita di Indonesia tak perlu jauh-jauh ke Eropa untuk menikmati wisata rohani semacam ini. Cukup ke Kediri di Jawa Timur.

Galeri
(klik untuk melihat ukuran lebih besar)

Menuju Kediri

Setiap minggu, Garuda Indonesia melayani 108 penerbangan Jakarta-Surabaya dan 7 penerbangan Jakarta-Malang.

Kediri dapat dicapai dalam 3-4 jam perjalanan darat berkecepatan tinggi dari Surabaya, atau sekitar 1-2 jam perjalanan darat berkecepatan tinggi dari Kota Malang.

Tidak ada kendaraan umum yang melayani Malang-Puhsarang maupun Surabaya-Puhsarang. Oleh sebab itu kita dapat mencapainya dengan mengendarai mobil pribadi atau mobil sewaan yang biasanya banyak tersedia di bandara.

Akomodasi

Di dekat komplek wisata Puhsarang terdapat sebuah resor penginapan yang cukup baik dan dapat saya rekomendasikan. Namanya adalah Bukit Daun Resort. Resor ini menawarkan kamar-kamar yang diatur layaknya cottage. Kamar-kamarnya tersebar di luar, tidak berupa deretan kamar-kamar seperti di dalam hotel. Fasilitas yang dapat dinikmati di resor ini antara lain kolam renang, restoran, dan ATV. Saya tak tahu kepanjangan ATV itu apa. Ini adalah kendaraan bermotor roda tiga yang disewakan dengan tarif Rp 25.000 per 10 menit. Asyik juga mengendarainya keliling resor. Tarif kamar Bukit Daun Resort ditawarkan mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 1.000.000 per malam.

Aktivitas

Berdoa, Misa, Rosario, Jalan Salib, mengendarai ATV, berenang, leyeh-leyeh.

Oleh-oleh

Oleh-oleh panganan khas Kediri adalah tahu pong dan stik tahu. Tahu pong adalah tahu goreng yang hampir mirip dengan tahu sumedang tetapi teksturnya lebih tebal berisi, sedangkan stik tahu adalah semacam krupuk berbentuk panjang-panjang (stick) yang terbuat dari tahu. Jajanan serba tahu dapat dengan mudah ditemukan di sepanjang perjalanan ke luar kota Kediri.

Selain makanan, kita juga bisa membeli kaos, baju, dan suvenir lokal bernuansa Katolik di dekat Puhsarang.

Tertarik untuk ke sana?

7 comments so far

  1. Regina on

    wow, seru tuh kayaknya :D
    pengen jalan2 ke Jawa juga deh hehehe

  2. Rio on

    info tambahan nih: Puhsarang adalah gereja tertua di Asia Tenggara loh.. dan patung Bunda Maria yang ada di sana konon adalah patung Bunda Maria yang terbesar di Benua Asia.

    Komplek Puhsarang didirikan oleh Ir. Henricus Maclaine Pont pada tahun 1936 atas permintaan pastor paroki Kediri pada waktu itu, Pastor H. Wolters, CM. Insinyur tersebut juga menangani pembangunan Museum di Trowulan, Mojokerto, yang menyimpan peninggalan sejarah Kerajaan Majapahit, juga merancang aula barat dan timur ITB.
    sumber: erabaru.or.id

  3. adhinatalia on

    Dear Rio,
    boleh juga nih, ulasannya lengkap banget…aq minta ijin untuk posting ulang di blog q sbg tambahan ulasan yak…so I put your blog URL in my blog…come to visit…

    Btw coba bikin link RSS yg gampang buat ikutin spt di blogspot quw..krn aq bingung gmn caranya nge-link ke postin km selain copy paste…klo di blog quw itu gampang sekali..tiap akhir postingan ada link yg bisa dipilih…

    Ok thanks ya….

  4. hani ananta yudha on

    tolong kasih tau dong lokasi wisata rohani Katolik, aku mau muter2 neh ama keluarga, sekalian tau tempatnya
    thanks ya
    tak tunggu balasanya

  5. Budi Santoso on

    Rumah saya dekat dengan Gereja Pohsarang dan hotel Bukit Daun, anda yang ingin kesana saya antar dengan biaya ditanggung sendiri2, alamnya memang bagus sejuk dengan view gungung wilis dan gunung klotok

  6. Imran Susantio on

    kalau dari solo ke puhsarang lewat tawangmangu berapa jam?

  7. novicha on

    thanks yach. . . atas ulasanya,lengkap banget!!dengan ulasanmu tentang puhsarang sangat bantu q bnget bwt ngerjakn tugas kulyah q :-)


Leave a reply