Kemarin, untuk pertama kalinya saya berkesempatan mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran (JFK). Dari dulu saya selalu penasaran dengan perhelatan (event) berskala internasional yang satu ini sebab ia selalu heboh berpromosi di berbagai televisi nasional dengan lagu temanya yang khas itu. Kira-kira ada apa ya di sana?
Ayo kita pergi ke sana,
Rekreasi sekaligus berbelanja..
Ayo kita ke Jakarta Fair!! Kemayoraaaan~~
Begitulah kira-kira penggalan lirik lagu tema Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yang masih saya ingat. Hihi.. Rupanya, JFK adalah semacam pameran pembangunan yang diadakan oleh kota Jakarta. Pameran semacam ini sebenarnya sudah cukup lazim diadakan secara rutin sekali dalam setahun oleh berbagai kota-kota lainnya di Indonesia. Hanya saja, karena ini adalah Jakarta yang punya acara, tentu saja JFK tidak dapat dibanding-bandingkan dengan pameran-pameran pembangunan yang diadakan di kota-kota lainnya yang pada umumnya hanya berskala lokal saja. JFK adalah sebuah perhelatan yang fantastis dan tampak bergengsi. JFK diadakan di Arena Pekan Raya Jakarta yang megah, luas, dan berpendingin ruangan serta lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung kenyamanan. Di event ini, berbagai merek-merek besar dan ternama berlomba unjuk gigi memamerkan produk-produk andalannya masing-masing. Beberapa di antaranya yang tampak mendirikan stan yang megah antara lain Honda, Yamaha, Bajaj, Samsung, Bank Mandiri, dan Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula stan-stan milik berbagai pemerintah provinsi yang ada di Indonesia, yang menawarkan berbagai barang dan kerajinan khas daerahnya masing-masing untuk dijual di JFK. Jadi, kita tak perlu jauh-jauh ke Jogja untuk sekedar membeli batik tulis dan patung kerajinan asli buatan masyarakat Jogja, mengingat suvenir semacam itu bisa didapatkan dengan mudahnya di JFK. Selain Jogjakarta, tentu saja masih ada stan dari Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dll. Bahkan, Pemerintah Kota Depok pun tak mau ketinggalan membuka stan di sana.


Ceritanya, kemarin gw dapet sms dari seorang sahabat lama yang isinya begini:
fiuh~ Setelah menimbang bagasi, saya mendapat tempat duduk paling belakang: nomor 30E! Wah.. 30?? Belum pernah sebelumnya saya menumpang pesawat ke Surabaya yang punya 30 deret kursi. Pasti ini pesawat yang besar!