Rio

Rabu, 17 Juni 2009

Jakarta Fair Kemayoran 2009

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Wisata — by Rio @ 1:10
Tags: , , ,
Jakarta Fair Kemayoran

Jakarta Fair Kemayoran

Kemarin, untuk pertama kalinya saya berkesempatan mengunjungi Jakarta Fair Kemayoran (JFK). Dari dulu saya selalu penasaran dengan perhelatan (event) berskala internasional yang satu ini sebab ia selalu heboh berpromosi di berbagai televisi nasional dengan lagu temanya yang khas itu. Kira-kira ada apa ya di sana?

Ayo kita pergi ke sana,
Rekreasi sekaligus berbelanja..
Ayo kita ke Jakarta Fair!! Kemayoraaaan~~

Begitulah kira-kira penggalan lirik lagu tema Jakarta Fair Kemayoran (JFK) yang masih saya ingat. Hihi.. Rupanya, JFK adalah semacam pameran pembangunan yang diadakan oleh kota Jakarta. Pameran semacam ini sebenarnya sudah cukup lazim diadakan secara rutin sekali dalam setahun oleh berbagai kota-kota lainnya di Indonesia. Hanya saja, karena ini adalah Jakarta yang punya acara, tentu saja JFK tidak dapat dibanding-bandingkan dengan pameran-pameran pembangunan yang diadakan di kota-kota lainnya yang pada umumnya hanya berskala lokal saja. JFK adalah sebuah perhelatan yang fantastis dan tampak bergengsi. JFK diadakan di Arena Pekan Raya Jakarta yang megah, luas, dan berpendingin ruangan serta lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung kenyamanan. Di event ini, berbagai merek-merek besar dan ternama berlomba unjuk gigi memamerkan produk-produk andalannya masing-masing. Beberapa di antaranya yang tampak mendirikan stan yang megah antara lain Honda, Yamaha, Bajaj, Samsung, Bank Mandiri, dan Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula stan-stan milik berbagai pemerintah provinsi yang ada di Indonesia, yang menawarkan berbagai barang dan kerajinan khas daerahnya masing-masing untuk dijual di JFK. Jadi, kita tak perlu jauh-jauh ke Jogja untuk sekedar membeli batik tulis dan patung kerajinan asli buatan masyarakat Jogja, mengingat suvenir semacam itu bisa didapatkan dengan mudahnya di JFK. Selain Jogjakarta, tentu saja masih ada stan dari Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, dll. Bahkan, Pemerintah Kota Depok pun tak mau ketinggalan membuka stan di sana. :mrgreen:

(lagi…)

Senin, 1 Juni 2009

Homesickness

Diarsipkan di bawah: Personal Diary, Rumah — by Rio @ 19:44
Tags:

Tadi malam adalah malam pertama saya menghabiskan malam di kamar kos. Dengan pertimbangan lokasi rumah yang terlalu jauh dari kantor, maka saya pun memutuskan untuk menyewa sebuah kamar kos di Jakarta Barat. Dari tempat ini, kantor saya dapat ditempuh hanya dengan 15 menit perjalanan Transjakarta Busway. Agar terasa homy, saya sengaja memilih kamar kos dengan fasilitas yang memadai. Walaupun kamar ini berukuran kecil hanya 3×3,5 meter, namun sebenarnya ia cukup bersih dan nyaman berpendingin ruangan. Kamar ini dilengkapi dengan sebuah tempat tidur per, lengkap dengan kamar mandi air panas di dalamnya. Saya juga tidak perlu repot mencuci baju sebab telah tersedia seseorang yang akan mencucikan baju untuk saya. Saya pun tak lupa membawa TV kesayangan saya ke sini agar “perasaan di rumah” itu ada.

Namun entah mengapa dengan sekian fasilitas yang ada ini saya masih saja tidak merasa nyaman. Ada perasaan asing dan sesak di dada yang sulit diungkapkan dengan kata-kata ketika saya berada di kamar ini. Saya rindu duduk termenung di ruang tamu, saya rindu menyiram tanaman di halaman depan, saya rindu memberi pakan ikan di kolam tengah, saya rindu menonton TV di ruang utama, saya rindu menanak nasi di dapur, saya rindu tidur di kamar saya. Betapa saya sedang rindu berada di rumah..

Kamis, 28 Mei 2009

Jambi oh Jambi

Diarsipkan di bawah: Indonesia, Wisata — by Rio @ 11:57
Tags:

Jadi ceritanya sekarang gw lagi santai nih. Istilahnya: hiatus.

Pasalnya, hari-hari ini gw lagi menunggu waktu untuk memulai pekerjaan baru gw di awal bulan depan. Gw masih punya waktu kosong seminggu penuh yang sayang untuk dilewatkan. Mumpung bokap lagi tugas di Jambi, maka ini adalah saat yang tepat bagi saya untuk pergi ke sana. Kapan lagi gw bisa wisata ke Jambi kalo ga sekarang? Pada suatu Senin siang yang cerah, tanpa pikir panjang saya pun pergi ke Bandara membeli tiket pesawat untuk Selasa pagi. Garuda Indonesia hanya melayani satu kali penerbangan dari Jakarta ke Jambi setiap harinya, maka mau tak mau saya harus rela bangun di Selasa subuh untuk mengejar pesawat jam 06:30 WIB itu.

Selasa pagi jam 3 saya pun berangkat meninggalkan Depok. Seperti biasa, kali ini sekali lagi saya memanfaatkan layanan parkir inap Bandara Soekarno Hatta Terminal 2F yang legendaris itu. Perjalanan menuju bandara pagi itu terasa lancar nyaris tanpa hambatan yang berarti. Dengan kecepatan tinggi, saya tiba di Terminal 2 sekitar jam 4. Tanpa berlama-lama, saya segera mengurus parkir inap kemudian pergi melapor (check-in) ke dalam terminal keberangkatan. Selesai proses check-in, saya tersadar bahwa saya masih memiliki banyak waktu yang tersisa sebelum waktu lepas landas tiba. Beruntung, di dalam terminal keberangkatan favorit saya ini terdapat banyak tempat duduk yang terliput banyak jaringan wifi. Di antara sekian banyak jaringan wifi yang tersedia di sana, setidaknya ada 3 wifi yang gratis. Hehe.. Terima kasih untuk Lintasarta, Telkom Hotspot, dan XPoint dari XL yang bermurah hati memberikan layanan internet gratis buat saya saat itu. Saya memiliki banyak kesempatan untuk mencoba satu-per-satu wifi-wifi itu dan membanding-bandingkan mana yang terbaik. Yang pasti ritual update status mesti dilakoni: Rio is waiting at Soekarno-Hatta Airport. =b

01aZzzzzziiiingg,.. satu jam penerbangan pagi itu terasa mulus dan berakhir dengan nyaman di Bandara Sultan Thaha, Jambi. Tapi entah mengapa, sang first officer yang bertugas saat itu salah mengucapkan salam: “Bapak Ibu yang terhormat, Selamat datang di BALI”. Hoho.. Pesawat itu kemudian parkir selemparan batu dari pintu terminal kedatangan. Dekat sekali! Jadi berasa turun di terminal bis nih.. :mrgreen: Tak jauh dari situ, papa tercinta sudah terlihat dengan pakaian dinas hariannya, menunggu saya dengan didampingi mama di sampingnya. Senangnya hati ini melihat mereka berdua. Hehe..

Kota Jambi tak jauh berbeda dengan kota-kota kecil lainnya di Indonesia. Tidak ada kemacetan lalu lintas di sini. Tidak ada lampu merah dengan durasi beratus-ratus detik. Tidak ada jalan tol. Jalanan yang paling lebar hanya selebar 4 lajur saja. Kota ini tampak asri menghijau dengan banyak pepohonan yang tumbuh di dalam kota. Kesan pertama saya, Jambi bagaikan hutan yang baru disulap menjadi kota. Jambi tampak unik berhiaskan patung-patung bertema tradisional yang dibangun tersebar di berbagai titik persimpangan jalan kota ini.
(lagi…)

Senin, 20 April 2009

Bokap (gw) Jaman Sekarang

Diarsipkan di bawah: Personal Diary — by Rio @ 18:53

technologyCeritanya, kemarin gw dapet sms dari seorang sahabat lama yang isinya begini:

Phenylpropano-lamine obat influensa (decongestant) pada 1 Maret 09 ditarik Bdn pengawasan obat & pangan Amerika (FDA), krn terbukti sebabkan PENDARAHAN di OTAK. Obat2 Ind yg mengandung phenylpropano-lamine al: xxxxxxxxxxxx (maap, lagi males nyebut merek di blog). Beritahu teman2 & saudara.

Nah, secara gw care sama bokap dan nyokap gw tercinta, maka SMS tersebut gw forward-lah ke bokap gw yang notabene saat ini baru saja mulai menunaikan tugas negara di Kota Jambi.

Beberapa jam kemudian, datanglah balasan sms darinya yang isinya seperti ini:

Rio, sy akses di www.tvone.co.id Phenylpropanolamine (PPA) yg terkandung dlm obat flu & obat batuk yg beredar di Indonesia masih dlm batas aman dikonsumsi.

OMG! bokap gw.. Sejak kapan jadi hi-tech? Sekarang bisa buka-buka internet sendiri secara umurnya yang hampir sama dengan umur kemerdekaan Indonesia itu, boooo. Ih, untung doi belum bisa Facebook ya. Apa jadinya kalo dia sampe add gw as friend on Facebook? Tidaaaaaak..

Senin, 13 April 2009

My Long Weekend

Surabaya at Night

Surabaya at Night

Long weekend Pemilu+Paskah kemarin ini saya habiskan dengan pergi jalan-jalan ke Jawa Timur.

Mama ngajakin ke Puhsarang, tempat wisata yang ada di Kediri. Bosen juga siy rasanya.. Mengingat belum terlalu lama saya juga baru dari sana. Tapi, daripada luntang-lantung keliling mal di Jakarta pada liburan ini, lebih baik saya ikut saja ke Puhsarang. Lagian, biaya ditanggung nyokap ini.., naek pesawat pula! Siapa yang ga mau? Hehehe..

Untuk “liputan” tentang Puhsarang, dahulu sudah pernah saya ceritakan di blog ini. Tidak ada yang berubah dari obyek wisata ini semenjak terakhir kali saya berkunjung ke sana. Cerita tentang Puhsarang yang lampau, bisa Anda simak di sini. Karena itu, pada kesempatan ini saya tidak cerita tentang Puhsarang lagi, tapi tentang perjalanan saya saja.

Rabu petang saya menumpang pesawat Garuda Indonesia penerbangan GA 326 pukul 18:00 WIB jurusan Jakarta-Surabaya. Berbeda dengan saya yang berangkat dari Jakarta, kedua orang tua saya berangkat lebih awal dari Palembang menuju Surabaya dengan sebuah connecting flight yang transit di Jakarta. Penerbangan lanjutan mereka menuju Surabaya adalah GA 326 yang akan saya tumpangi ini. Dengan demikian, saya akan berjumpa dengan mereka di pesawat. Wew~

Sore itu saya membawa mobil untuk diparkir inap di bandara. (Hari gini, bo.. Was-was juga kan meninggalkan mobil di rumah kosong..) Busyet, lalu lintas padat merayap! Dag-dig-dug berdebar hati ini khawatir ketinggalan pesawat.. Saya mendapat panggilan telepon dari Garuda Indonesia yang mengingatkan waktu keberangkatan sudah dekat, dan menanyakan mengapa saya tak kunjung melapor (check in). 20 menit sebelum pesawat lepas landas, saya tiba di tempat pelaporan. Ada yang berbeda di tempat pelaporan Terminal 2F sekarang ini. Jaman dahulu, untuk melakukan check in, saya harus mencari dan melapor di meja pelaporan yang sesuai dengan kota tujuan saya. Kadang-kadang bisa jereng juga mata ini karena kesulitan mencari meja pelaporan mana yang sesuai dengan nomor penerbangan saya dari sekian banyak deret meja pelaporan yang ada di sana.. He..he.. Sekarang, saya dapat melapor di meja pelaporan Garuda Indonesia mana saja yang sedang kosong tanpa mempedulikan kota tujuan dan nomor penerbangan. Two thumbs up buat Garuda Indonesia untuk kemajuan layanan ini. :) fiuh~ Setelah menimbang bagasi, saya mendapat tempat duduk paling belakang: nomor 30E! Wah.. 30?? Belum pernah sebelumnya saya menumpang pesawat ke Surabaya yang punya 30 deret kursi. Pasti ini pesawat yang besar!
(lagi…)

Halaman Berikutnya »

Didukung oleh WordPress.com